Kisah ini termasuk kategori ‘Raddus-Syuhubuhat’
(jawaban atas tuduhan) tentang Islam. Musuh-musuh Islam selalu
mencari-cari permasalahan dalam agama ini yang sulit dijawab oleh logika
kita dan tujuannya agar kaum Muslimin ragu terhadap kebenaran agama
mereka, terutama masalah aqidah.
Ketiga pemuda itu menemui sang ulama, dengan penuh yakin bahwa sang ulama tidak bisa menjawab salah satunya mulai berbicara,
“Ya syeikh, katanya Allah itu ada, mana buktinya? Kenapa tidak bisa kita lihat?”
“Cukup? Ya, ada pertanyaan lagi?” sambut ulama itu.
“Ada
syeikh, katanya Allah telah menentukan segalanya, termasuk amal
perbuatan kita sudah ditentukan dan ditakdirkan. Kalau memang demikian,
kenapa musti ada hisab? Dan kenapa musti ada hukuman bagi orang yang
melakukan kesalahan?” pemuda kedua bertanya.
“Ya bagus. Ada lagi yang ditanyakan?” tantang syeikh itu.
“Ya
ada lagi syeikh. Katanya syetan itu diciptakan dari api. Dan kita tahu
bahwa syetan nanti akan dimasukkan ke dalam neraka. Apa ada pengaruhnya,
api dibakar dengan api?” Tanya pemuda ketiga.
“Cukup atau ada lagi?”
“Cukup syeikh.”
“Ya sebentar ya…”
Situs Resmi Pondok Pesantren An-Nur SP.II- LAHAT - Sumatera Selatan
Sabtu, 17 November 2012
Kegagalan bukan akhir dari segalanya !!
Banyak orang dengan kegagalannya dapat menjadi orang yang sukses bahkan dikenang oleh manusia, tetapi lebih banyak orang dengan kegagalannya menjadi orang yang tak berguna dan selalu tergelincir dalam menjalani kehidupannya. Kenapa bisa begitu?
Yapz, jawabannya ada pada diri sendiri pastinya. Satu yang pasti adalah ketika kita gagal kita langsung menyerah dan langsung pesimis ketika di suruh untuk mencoba lagi tanpa mau berusaha terus-menerus. Saya selalu mendengar ketika ia gagal dan di suruh mencobanya lagi pasti banyak yang berkata “ah udahlah, pasti ga akan berhasil”. Ingat teman-teman ketika kita bicara seperti itu ya pasti kenyataan pasti seperti itu. Kalau kata orang motivator “sugesti itu dapat mempengaruhi hasil kerja kita” kalau kita optimis maka hasil pasti optimis. Dan kata bang Arif dahsyat “Menyerah adalah kata-kata mutiara bagi orang gagal” dan memang kenyataan seperti itu dan tanpa saya jelaskan pun teman-teman sudah pasti paham maksudnya. Allah pun berfirman bahwa “Allah itu bagaimana prasangka hambanya”.
Salah satu contoh adalah Thomas Alfa Edison, ketika ia ingin
Langganan:
Postingan (Atom)

