Minggu, 18 November 2012

Asal-usul Jahiliyah Modern dan Pembentukkannya



Eropa membanggakan kemodernan dengan kebodohannya, dan Eropa berpendapat bahwasanya modernisasi sesuatu yang bukan ditinggalkan dalam sejarah. Dan bahwasanya tidak ada keberadaan suatu umat yang menonjol ( nampak ) seperti modernisasi. Dan Eropa berpendapat bahwa modernisasi adalah mengumpulkan kebaikan-kebaikan yang ada.

Pada saat keagungganya yang menganggap dirinya dari ajaran Kristen lalu ia menekankan sebuah kebesaran yang dinamakan Christian Civilization ( peradaban Kristen ), akan tetapi ia kembali di nisbahkan kepada sebuah peradaban Greco-Roman, katanya: sesungguhnya asal-usul semuanya bersumber, dari sana dan pada stiap keadaan, mereka selalu mengingkari pengaruh Islam dan peradaban Islam dalam membangun ( pusat ) sesuatu yang baru, dan kemajukannya sampai merata.

Dan sebenarnya atas Jahiliyah modern ini telah memgumpulkan

DAJJAL ; Makhluk Akhir Zaman

Semua yang ada di bumi seperti langit beserta isinya, merupakan kebesaran Allah SWT atas ciptaa-Nya.Tidak ada yang tidak bermanfaat apa-apa yang Allah ciptakan. Tetapi ,bagaimana dengan penciptaan yang berbau ghaib?Seperti syaithan dan jin yang tidak bisa dilihat oleh kacamata manusia. Sebaliknya makhluk ghaib itu dapat melihat manusia dan selalu menggoda manusia untuk berbuat kejahatan dan kemunkaran tanpa disadari oleh manusia itu sendiri.
Makhluk ghaib yang sering berkeliaran di sekitar kita, sudah pasti kita mengimaninya dengan cara kita meyakini bahwa mereka memang ada di sekitar kita ,akan tetapi bagaimana dengan makhluk akhir zaman yang datangnya itu sebagai salah satu tanda munculnya hari kiamat? Ya, makhluk itu adalah Dajjal yang menurutnya surganya adalah nerakanya dan nerakanya adalah suganya
makhluk inilah yang menjadi fitnah terbesar dalam sejarah manusia.
Maka dari itu, penulis ingin lebih mengetahhui tentang kehidupan Dajjal yang mempunyai fitnah terbesar di kehidupan ini.



Pengertian Dajjal
Ibnu Katsir mengatakan makna kata “ad-dajl” adalah “al-khalt” artinya Pencampuran atau penguburan atau mengaburkan dan menipu. Kata Dajjal mengikuti bentuk kata fa’aaj , suatu kata bentuk mubaalaghah atau menyatakan makna yang sangat besar atau banyak terjadi. Bisa dikatakan amat banyak dusta dan tipuanya. Sementara itu Muhammad Abduh mengatakan bahwa Dajjal itu lambang Khurafat, kebohongan dan keburukan belaka. Sekedar pertanda untuk melariskan kebathilan.
Sedangkan Dajjal menurut Ibnu Hajar itu adalah
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...